Pangkajene, ddisulsel.or.id – Penulisan AlQuran yang disebut sebagai mushaf untuk pertama kalinya ditulis di zaman Khulafaurrasyidin yakni Khalifah Utsman bin Affan RA, di mana ia memerintahkan penulisan Alqur’an untuk menjaga kemurniannya.
Di era zaman modern saat ini ada banyak sekali percetakan yang mencetak penulisan Alqur’an baik itu di tulis oleh mesin maupun secara tulis tangan.
Ustadz Utsman Pa’bo, S.Ag., M.Pd adalah salah satu penulis mushaf Alqur’an raksasa yang menulis dengan tangannya secara manual di Pondok Pesantren DDI Galla Raya Mandalle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Lama penulisannya memakan waktu kurang lebih delapan bulan lamanya.

Saat dikonfirmasi ustadz Utsman Pa’bo ini mengatakan bahwa saat ini penulisan Alqurannya sudah sampai pada juz 27.“Saat ini penulisannya sudah hampir selesai dan sudah masuk pada juz 27, dan ini di kerjakan dalam waktu kurang lebih delapan bulan lamanya,” ujar Ketua Pengurus Masjid Besar Kamalul Iman Mandalle ini yang juga alumni DDI Mangkoso beberapa waktu yang lalu.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa sebenarnya menulis Alquran raksasa ini sudah dilakoninya sejak tahun 2010 silam dan saat ini yang akan diselesaikannya adalah karya tulis yang ketujuh. Saat ini pun, ia memiliki seorang santri jebolan yang juga membuat mushaf Alquran raksasa seperti yang sedang dikerjakannya.
Alquran raksasa ini diakuinya telah banyak dipesan dari berbagai daerah di antaranya kabupaten Pangkep itu sendiri, Soppeng, bahkan hingga ke Biak, Papua dan Kota Jambi. Saat ini mushaf yang sudah selesai dikerjakannya ini telah dipesan oleh Bupati Wajo Dr. Amran Mahmud.

Hari ini, Jumat (04/11/2022), pun telah diserahkan langsung dan kemudian oleh Bupati Wajo mushaf ini dihibahkan ke Masjid Agung Ummul Qura Kabupaten Wajo.
Sebagai tambahan informasi mushaf Alquran raksasa ini berukuran 120 x 90 cm dengan ketebalan 20 cm serta memiliki jumlah halaman sebanyak 603 dan menggunakan tinta khusus dari Jepang dengan bobot seberat 270 kg.(NAP)
DDI Sulsel Dakwah, Pendidikan dan Sosial
